Warning: session_start(): open(/var/lib/php/session/sess_6engg4rvl4s8v45f7132c6uei1, O_RDWR) failed: No space left on device (28) in /var/www/html/kineria/package/wordpress/wp-content/themes/fruitful/inc/func/comment-inline-error.php on line 9
sosial Archives - Kineria
11 Sep

Getir Fitri di Malam Idul Fitri

Tetap “ngejablay” dalam atmosfer Idul Fitri memang menjadi fenomena yang terlihat paradoks. Terlebih jika sosok tersebut pun memiliki nama Fitri—yang secara harfiah banyak orang mengartikannya ‘suci’—. Irisan antara Idul Fitri, Fitri, dan dunia esek-esek memang menjadi gagasan utama dalam film yang juga diberi judul Fitri ini. Film karya Sidi Saleh yang duluan digarap sebelum Maryam (2014) coba membawa kisah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terpaksa melakukan rutinitasnya di saat teman-teman seprofesinya menikmati hasil keringat dan asyik berkumpul bersama keluarga di kampung halaman mereka masing-masing. Fitri dalam Fitri harus rela tak pulang kampung sembari mengarungi kegetiran ‘malam takbiran’-nya.

Negosiasi alot berakhir buntu yang dilakukan sang mucikari kepada Fitri untuk menunda kepulangannya hingga ba’da lebaran, tidak diindahkan dara bertubuh sintal itu. Sadar “ATM berjalannya” pulang kampung, Read More

30 Jul

Blusukan Ilun dan Majelis Rasulullah

Chairun Nissa, ya, mungkin nama filmmaker satu ini mulai akrab di telinga kita. Sukses dengan Purnama di Pesisir dan film-film pendeknya yang terdahulu, Ilun—begitu ia karib disapa—, kembali dengan film bertemakan sosial lainnya. Kali ini Kineria bakal fokus membahas jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu dan film dokumenternya yang ia beri judul The Followers. Sebuah film yang mengetengahkan loyalitas tanpa batas para pengikut sebuah majelis pengajian yang berbasis di bilangan Jakarta Selatan. Topik yang terbilang cukup menarik untuk difilmkan di kala makin menjamurnya majelis-majelis pengajian—khususnya di Jabodetabek—yang memang dibanjiri massa namun tak jarang pula memicu Read More

10 Jul

Ironi di Kota Santri

Jika Anda ingin merasakan bagaimana kehidupan pesantren namun ogah masuk pesantren yang hanya diizinkan pulang ke rumah setahun dua kali, Ramadan ini adalah momentum Anda. Gerakan Nasional “Ayo! Mondok” atau pesantren-pesantren kilat lainnya yang mewajibkan pesertanya untuk belajar dan menginap untuk beberapa hari saja bisa menjadi solusi. Jadi jangan takut-takut rindu pacar rumah, tak bisa menggerayangi ponsel, atau khawatir tak lagi dapat melancong ke mal esok hari, lha kan paling absennya cuma 3-4 hari atau lebih lha dikit. Masih ga mau juga? Ya sudah, mungkin memang saatnya Anda menyimak film karya Orizon Astonia ini. Jiwa-jiwa muda yang terkungkung yang akhirnya menemukan “passion” mereka masing-masing. Ya, Lewat Sepertiga Malam menawarkan tontonan yang agaknya bakal dinyinyiri oleh Read More

01 Jul

Ikut Mengikuti Para Pengikut

Rizieq Shihab, Hasan bin Ja’far, (alm.) Munzir Al-Musawa, siapa lagi nama habaib yang namanya familiar di telinga Anda? Atau yang parasnya terlintas ketika Anda melewati persimpangan jalan yang dijejali spanduk undangan pengajian? Atau malah Anda lebih terkesan dengan kemacetan yang disebabkan jalan yang biasa Anda lalui ditutup demi hajatan beliau-beliau di atas? Bersiaplah jika tiba-tiba ada yang menguliahi Anda dengan pertanyaan bernada rada sarkas macam “mau macet di dunia apa di akhirat, mas?”.

Bukan soal siapa pentolan majelis pengajian mana yang bakal dibahas dalam film dokumenter berjudul The Followers ini. Tapi…pengikutnya, dan segala loyalitas mereka tentu yang akan Anda saksikan sebentar lagi. Chairun Nissa, sutradara film ini, coba memfilmkan anggota sebuah majelis pengajian di Read More

07 Jan

Review : Maling (The Thieves)

Apa yang terlintas di benak Anda tatkala mendengar kata ‘maling’? Seseorang (atau sekelompok orang) yang kejam, perampokan, barang-barang hilang, atau yang lainnya? Yang jelas, apapun itu, erat konotasinya dengan sesuatu yang negatif, buruk, dan mengerikan. Itu tidak salah. Bagaimanapun, maling adalah salah satu ‘pekerjaan’ tak halal yang dilakoni lantaran ingin mendulang harta dalam waktu yang singkat, tanpa perlu mengusap keringat, atau semata-mata tidak ada pilihan lain. Di khasanah film Indonesia, maling identik dengan penjahat sementara lawan si maling adalah lakon (jagoan). Kalaupun ditempatkan sebagai hero, biasanya hanya untuk seru-seruan atau lucu-lucuan semata. Jarang (atau malah tak ada) yang memanusiawikan si maling, seolah-olah tidak ada kebaikan yang dimiliki. Melalui Maling (The Thieves), Ismail Basbeth mencoba untuk membalik konsep yang biasanya Read More

24 Oct

Ulasan Film: “Purnama di Pesisir”

Bagi sebagian orang, purnama berarti keindahan. Memandangi bulan yang menampakkan wujudnya secara penuh, membulat, dan bersinar benderang adalah kenikmatan dari Tuhan yang sulit kamu sangkal. Ini adalah salah satu fenomena alam menarik nan memikat hati yang kehadirannya kerap kali dinanti-nanti oleh beragam lapisan masyarakat di berbagai penjuru dunia … pengecualian untuk warga di pesisir pantai, tentu saja.

Bagi mereka, purnama berarti ancaman. Bukan sekadar membawa keanggunan yang kemunculannya sepatutnya dirayakan secara suka cita, tetapi juga menggiring malapetaka yang keberadaanya butuh diantisipasi secara serius. Sekilas, terdengar mengada-ada sekaligus berlebih-lebihan. Tapi, kalau kita mengingat kembali, bulan purnama faktanya berkontribusi besar terhadap pasangnya air laut yang lalu menciptakan gelombang ombak besar, mengancam keberadaan masyarakat yang bermukim di rumah-rumah seputaran pantai. Kondisi semacam inilah yang menyebabkan warga pesisir pantai bukan termasuk ke dalam golongan penyambut datangnya bulan purnama.

Fakta unik seputar dampak bulan purnama terhadap kondisi masyarakat di sekitar pesisir pantai ini lantas diimplementasikan oleh Chairun Nissa ke dalam film pendek arahannya yang digarap sebagai bagian dari tugas akhirnya di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta berjudul “Purnama di Pesisir”. Read More

21 Aug

Ulasan Film: “Konjak Julio”

Referendum pemisahan diri Timor Timur dari Indonesia yang berlangsung pada tahun 1999 menyisakan cerita-cerita pahit di benak banyak keluarga yang dipaksa tercerai-berai lantaran keadaan. Sebagian eksodus ke daerah-daerah terdekat di wilayah Indonesia, sementara sebagian lain memutuskan mendiami tanah kelahiran yang telah beralih rupa menjadi negara republik baru, Timor Leste.

Seolah perpisahan ini belum cukup menyakitkan, bertahun-tahun berada di bawah terjangan konflik membawa kondisi serba memprihatinkan bagi warga sipil yang bermukim di sekitar dengan infrastruktur rusak parah, logistik relatif terbatas, ekonomi di bawah ambang batas, pendidikan tak memadai, hingga penyakit mengintai di mana-mana. Jauh dari kata nyaman, aman, apalagi ideal. Seolah kehidupan yang terpapar dalam opera sabun di televisi swasta nasional saban hari hanyalah angan-angan belaka, muskil terwujud. Read More

12 May

Review : Bu

Berbincang mengenai tema abadi di dunia sinema Indonesia, maka itu tidak jauh-jauh dengan (salah satunya) adalah eksploitasi kemiskinan. Sineas dalam negeri ini begitu gemar berceloteh perihal duka nestapa dan penderitaan yang ‘sudah jatuh, tertimpa tangga, eh kejedot tembok, nyungsep ke got, kesamber petir pula’. Seolah-olah derita ini tak menemukan ujungnya. Memang bukan suatu tema yang bisa dibilang benar-benar salah (atau buruk) karena selama memeroleh penanganan yang tepat, tema yang berulang ini bisa menghasilkan sebuah tontonan yang menggigit dan menghentak. Selain itu, pemandangan semacam ini masih akrab dijumpai di lingkungan sekitar. Media film hanya sekadar dimanfaatkan untuk merekam keresahan atas kondisi yang masih saja tumbuh berkembang dengan subur ini. Salah satu sineas yang merasa resah, gelisah dan merasa perlu menyuarakan pendapatnya adalah Read More


Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to save temporary file for atomic writing.' in /var/www/html/kineria/package/wordpress/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:35 Stack trace: #0 /var/www/html/kineria/package/wordpress/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(659): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/var/www/html/k...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /var/www/html/kineria/package/wordpress/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 35

Warning: Unknown: open(/var/lib/php/session/sess_6engg4rvl4s8v45f7132c6uei1, O_RDWR) failed: No space left on device (28) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/lib/php/session) in Unknown on line 0